YOGYAKARTA, Sebanyak 170-an mahasiswa UMY sehari menjelang bulan Ramadhan 1433 H diterjunkan ke berbagai daerah binaan guna melakukan berbagai aktivitas Dakwah di masyarakat. Program Muballigh Hijrah (MH) ini diselenggarakan oleh Laboratorium Studi Islam Fakultas Agama Islam (LabSI FAI) dan University Residance UMY bekerjasama dengan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dengan rangkaian awal yaitu pembekalan bagi mahasiswa selama 3 hari dan diasramakan sebelum pemberangkatan ke daerah-daerah yang telah ditentukan.

Program MH adalah program dakwah pada bulan Ramadhan sebagai syiar dakwah Islam ke tengah masyarakat sekaligus pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa UMY, khususnya dari FAI. Menurut kepala LabSI Ghoffar Ismail ditengah-tengah rangkaian kegiatan pembekalan (18/7) menyampaiakn diselenggarakannya kegiatan ini memiliki beberapa tujuan diantaranya yaitu pengejawantahan visi misi Muhammaidyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, disamping itu mahasiswa juga menyampaikan dakwah dan menyampaikan risalah Islam kkepada masyarakat dalam bentuk pengabdian dan sosialisasi produk pemikiran agama dari Muhammadiyah kepada warga Muhammaidyah dan umat Islam.

Bulan Ramadhan ini LabSI menempatkan peserta MH di beberapa daerah binaan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Maos, Cilacap sebanyak 9 mahasiswa, PDM Bantul 34 mahasiswa, PDM Kulonprogo 68 mahasiswa, PRM/PCM Kec. Kasihan 30 mahasisw, Cangkringan Sleman 4 Mahasiswa, PDM Gunungkidul 13 mmahasiswa dan mahasiswa yang melaksanakan MH di daerah masing-masing tercatat 30 mahasiswa.

Pengalaman Berharga Bagi Mahasiswa

Peserta MH terdiri dari Mahasiswa Fakultas Agama Islam semua program Studi dan semua angkatan, Senior Residence dan Asisten Senior Residence UNIRES, mahasiswa Pendidikan Ulama Tarjih Muhammaidyah (PUTM) dan mahasiswa fakultas lain yang mengikuti program MH konversi KKN. Kegiatan yang memiliki muatan pengabdian ini bagi para mahasiswa adalah suatu tantangan sekaligus pengalaman yang sangat berharga, menurut pengakuan salah satu peserta yang di tempatkan di daerah Giri Mulyo sangat terkesan dapat merasakan bulan puasa di daerah yang keadaannya serba terbatas, lebih-lebih jauh dari keramaian kota, sehingga sangat berbeda dengan bulan puasa tahun-tahun sebelumnya, kami merasa menyatu dengan masyarakat dan dapat melalui kegiatan Ramadhan kami dengan khusyuk. Semoga kegiatan ini dapat mendewasakan kami pada masa yang akan datang.