Keberadaan KKI TV yang merupakan salah satu pengembangan laboratorium program studi Komunikasi Penyiaran Islam, mampu memperlihatkan tagline Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang unggul dan Islami. Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Rektor UMY, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P saat memberikan sambutan pada peluncuran KKI TV dan bersamaan dengan KKI Day, Rabu (22/2) di Kawasan Lapangan Futsal UMY.

“Dengan adanya laboratorium KKI ini kita bisa mengalahkan media mainstream, dan kalian juga bisa menciptakan media yang Islami untuk KKI TV. Keberadaan KKI TV juga sudah saya rasakan ketika ada program sholat subuh berjamah pada sabtu lalu (18/2-red), yang menghadirkan Prof. Yunahar Ilyas. Harapan saya semoga dengan adanya KKI TV di laboratorium KKI ini menjadi laboratorium yang terbaik dari seluruh prodi KPI yang ada di Indonesia, bahkan bisa mengalahkan yang ada di Kementerian Agama,” ujarnya.

Dr. Gunawan menambahkan bahwa Prodi Dakwah yang kini berganti nama menjadi Prodi KPI tersebut telah berdiri selama 30 tahun, dan menjadi saksi perjalanan panjang UMY. “Prodi KPI ini merupakan prodi pemula dengan adanya UMY ini. Jadi kalian harus bangga bahwa prodi ini menjadi penoreh histori perjalanan panjang UMY. Baru di tahun 2016 ini laboratorium KKI dikembangkan, dan paling tidak tahun ini bisa dikembangkan lebih baik lagi,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Prodi KKI, Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa keberadaan laboratorium KKI belum sempurna. Diperlukan beberapa fasilitas yang mendukung, khususnya bagi KKI TV agar penggunaannya lebih maksimal. “Laboratorium KKI ini baru 70 persen, namun rupanya kami belum bisa menyiarkan streaming karena belum ada alatnya. Selain itu, KPI UMY yang berada di domain komunikasi dan konseling ini juga perlu memiliki laboratorium sainteks dan al Qur’an. Jika di UMY memiliki laboratorium al Qur’an, tentu akan semakin memperlihatkan UMY yang unggul dan Islami,” papar dosen sekaligus Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah tersebut.

Pengembangan prodi KKI yang kini telah berkembang cukup baik tersebut, Fathurrahman mengungkapkan bahwa KKI akan mengembangkan prodinya dengan membuka magister komunikasi dan penyiaran Islam, serta membuka program kelas Internasional yang bekerjasama dengan Arab Saudi. Pengembangan ini tentu menjadikan UMY menjadi lebih unggul. “Sebagai pengabdian dan dedikasi kita di kampus UMY, kita haruslah bersemangat untuk mencerdaskan bangsa dan bahkan dunia. Kampus UMY menjadi bagian gerakan pencerahan dan center of excelent Muhammadiyah,” ujarnya. (repost-hv BHP)