ISLAM ADALAH CARA HIDUP YANG MENGEDEPANKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN

PB1-1200x800

Prof. James W Morris dari Department of Theology Boston University United State (tengah), saat menjadi pembicara pada kuliah umum Fakultas Agama Islam (FAI) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), di dampingi Dr. Hilman Latief PhD, dan Nurwanto S.Ag (selaku moderator)

Kebanyakan orang mengetahui Islam berawal dari Arab, tetapi banyak orang yang tidak mengetahui secara benar dari tujuan islam itu sendiri. Namun sejarah menjelaskan bahwa Islam pada kenyataannya bisa menjadi bagian dari sejarah dunia hingga saat ini. Bahkan Islam membawa orang kepada masa baru yang lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Itulah yang disampaikan oleh Prof. James W Morris dari Department of Theology Boston University United State, saat menjadi pembicara pada kuliah umum Fakultas Agama Islam (FAI) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), bertempatan di Gedung AR. Fachruddin A. Lantai 5, kampus terpadu UMY, Selasa (17/06).

James mengatakan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tersebut telah tertuang di dalam Al-Qur’an. Dengan mengutip surat Al-Asr, James menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang mengarahkan pemeluknya untuk saling tolong menolong, dan saling menasehati. Namun, nasehat yang diberikan tidak lain adalah untuk kebaikan, bukan sebaliknya. “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran,” tandasnya.​

Selain itu, menurut James, kepercayaan dan etika adalah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan karena menjadi tata cara bagaimana kita berhubungan dengan lingkungan sosial, dan bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang banyak. “Etika dan kepercayaan itu menjadi tata cara bagaimana kita semua saling berhubungan dengan lingkungan sosial di sekitar kita, dan juga cara kita berkomunikasi dengan orang banyak, karena itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” ujar dosen Boston College University United States (US) ini.

Berbeda dengan James, Hilman Latief, S. Ag., M.A Ph.D mengungkapkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan sangat terihat pada peran Non Goverment Organization (NGO) seperti yang pernah dilakukan pasca tsunami di Aceh, banyak NGO Islam yang turun langsung dengan berkontribusi membangun kembali infrastruktur yang telah hancur terkena bencana tsunami. “Mari kita lihat contoh ketika terjadi tsunami di Aceh, banyak NGO Islam yang ikut berkontribusi secara besar-besaran untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur karena tsunami. Itulah yang kemudian membuktikan Islam sebagai agama yang membawa nilai-nilai kemanusiaan” ujar dosen FAI UMY ini.