HMJ KPI Latihan Jurnalistik Bersama Swara Kampus

Menjadi sebuah kaharusan bagi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang memilih konsentrasi jurnalistik, untuk belajar menyelami dunia jurnalistik. Teori-teori yang didapat di bangku kuliah pun tak akan cukup jika belum dipraktikan secara langsung. Oleh karena itulah, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) KPI Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berinisiatif menyelenggarakan workshop atau pelatihan jurnalistik yang diampu langsung oleh ahlinya.

Dalam kegiatan workshop jurnalistik yang diselenggarakan pada Minggu (5//4) di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) UMY ini, HMJ KPI bekerjasama dengan Swara Kampus, rubrik rutin mingguan Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, sebagai pemberi materi dan pelatihan jurnalistik, yang diwakili oleh Krisna Wibowo selaku Pimpinan Redaksi dan Agung Wibawanto sebagai pengasuh Rubrik Swara Kampus. Acara ini juga merupakan salah satu program kerja tahunan dari Divisi Jurnalistik HMJ KPI UMY.

Ketua Divisi Jurnalistik HMJ KPI UMY, Halimatus Sa’diyah, yang juga selaku penanggung jawab acara mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan sebagai penambah pengetahuan baru bagi mahasiswa-mahasiswi KPI. Tujuannya pun tidak lain untuk menambah wawasan mereka mengenai segala seluk beluk jurnalistik. “Ini acara tahunan dari divisi kami. Dan tujuan dari acara ini tentunya untuk menambah pengetahuan teman-teman kami tentang jurnalistik, agar tidak hanya belajar secara teori saja tapi juga bisa praktik langsung,” ungkapnya.

Hal senada pun disampaikan Ikram Al Zein, selaku Ketua HMJ KPI UMY periode 2014-2015. Menurutnya, kegiatan workshop jurnalistik seperti itu sangat penting bagi mahasiswa-mahasiswi KPI. Sebab mereka tidak hanya diajarkan mengenai teori penulisan jurnalistik, tapi juga diberikan tips-tips bagaimana agar tulisan yang dihasilkan menjadi tulisan berita yang baik dan bernilai.

“Dalam workshop ini, mahasiswa bisa belajar mengenai tulis menulis dalam dunia jurnalistik secara langsung dengan ahlinya. Tapi mereka juga tidak hanya mempelajari teori-teorinya saja, namun juga langsung mencoba atau mempraktikan teori yang sudah mereka dapat. Selain itu, mereka juga bisa tahu bagaimana susunan dan cara penulisan berita, serta pastinya mahasiswa itu lebih tergerak untuk mencoba menulis,” ujar Ikram.

Dalam acara workshop ini, Krisna Wibowo dan Agung Wibawanto tidak hanya memberikan materi mengenai teori-teori dasar jurnalistik, tapi juga memberikan beberapa simulasi. Simulasi yang diberikan pun masih terkait dengan dunia jurnalistik, seperti memberi beberapa data pada peserta workshop untuk kemudian peserta diminta untuk menentukan judul dan membuat beritanya.