Uang

Setiap tanggal 30 Oktober diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, mungkin untuk sebagian masyarakat dan khususnya mahasiswa UMY masih ada yang belum tahu mengenai peringatan Hari Keuangan Nasional karena pemerintah sendiri tidak mempublikasikannya secara besar-besaran. Bagaimana sih awal mula sejarah keuangan Indonesia? Dan bagaimana kondisi keuangan kita pada saat sekarang ini ?

Sebelum masuk ke sejarah keuangan Indonesia, mari kita lihat definisi dari uang. Pengertian uang terbagi menjadi dua yakni dalam Ilmu Ekonomi Tradisional dan Ilmu Ekonomi Modern. Dalam ekonomi tradisional, uang merupakan alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa Sedangkan dalam ekonomi modern, uang merupakan sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya bahkan untuk pembayaran hutang.

Sebelum Indonesia memiliki mata uang sendiri, Indonesia masih menggunakan mata uang jepang dan uang De Javasche Bank sebagai alat tukar pembayaran. Pada tahun 1945 Indonesia telah merdeka dari jajahan jepang dan pemerintah berinisiatif untuk memiliki mata uang sendiri sebagai lambang Negara Indonesia. Pada akhirnya pada tanggal 30 Oktober 1946, Indonesia memiliki mata uang sendiri secara resmi dan diedarkan kepada masyarakat dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI).

Dari waktu ke waktu, keuangan di Indonesia tidak pernah stabil, penurunan nilai mata uang Indonesia yang signifikan terjadi pada krisis 1998 yang lalu. Kenaikan nilai mata uang terhadap dolar Amerika Serikat mencapai Rp.17.000 yang pada awalnya berada di angka Rp.2.500. Saat Indonesia mengalami krisis moneter pada tahun 1998, dimana Bapak Soeharto pada kala itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada akhirnya turun dari jabatannya. Lalu adanya kebijakan fiskal yang kuat telah mendorong dan memulihkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2000-an walau dengan respon yang tidak terlalu cepat.

Bagaimana kondisi keuangan Indonesia pada saat ini? Jika dilihat secara menyeluruh, kondisi di Indonesia masih dalam taraf aman dan tidak mengalami inflasi yang sangat signifikan. Adapun pencanangan dari Bapak Jokowi mengenai Tax Amnesty berbuah manis, dengan target bahwa adanya pengampunan pajak tersebut akan membuat para penduduk patuh akan pajak dan menjadikan perekonomian di Indonesia lebih baik. Dari nilai harta yang disetorkan oleh warga Indonesia baik perseorangan maupun badan usaha pada bulan Oktober 2016 sebesar 3.770,45 Triliun yang terdiri dari deklarasi harta dalam negri, luar negri, dan repatriasi. Adapun uang tebusan pengampunan pajak yang terkumpul sebesar Rp. 89,2 Triliun, dimana secara otomatis akan meningkatkan pendapatan nasional.  Sungguh angka yang sangat besar bukan??

Dalam memperingati Hari Keuangan Nasional, pengurus dari Himpunan Mahasiswa Ekonomi dan Perbankan Islam mendeklarasikan Hari Oeang tersebut di lobi Fakultas Agama Islam. Dengan memutarkan video sejarah Keuangan di Indonesia dan memberikan fasilitas foto boot kepada mahasiswa untuk berfoto agar bisa ikut merayakan Hari Keuangan Nasional.

Selamat Hari Keuangan Ke 70, Indonesia ! (HIMEPI)