kpiProgram Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam (KPI-FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil mempertahankan akreditasi A yang telah diraihnya sejak tahun 2010. Pada visitasi akreditasi program studi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI pada 23 November 2015 yang lalu, prodi KPI UMY akhirnya dinyatakan berhasil meraih akreditasi A. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT nomor 1262/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2015 dan berlaku hingga tahun 2020. Akreditasi A yang berhasil dipertahankan oleh prodi KPI UMY ini pun semakin menunjukkan kesiapan KPI UMY untuk bisa menjadi program studi yang terdepan di kawasan Asia Tenggara.

 

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Program Studi KPI UMY, Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I saat ditemui di ruangannya di FAI UMY pada Selasa (26/1). Menurutnya, misi dari prodi KPI UMY adalah untuk menjadi prodi yang terdepan di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, KPI UMY juga telah menjalin dan memperkuat kerjasama dengan universitas di Asia Tenggara, seperti Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). “Misi kami memang ingin menjadi prodi yang terdepan di Asia Tenggara. Untuk itu kami mulai menjalin kerjasama dengan universitas di luar negeri dan dimulai dari universitas yang ada di Malaysia,” ungkapnya. Dan upaya prodi KPI UMY dalam menjalin kerjasama dengan universitas di luar negeri ini juga rupanya bisa menjadikan KPI UMY untuk tetap mempertahankan akreditasi A yang telah diraihnya.

 

Akreditasi A yang saat ini telah diraih oleh KPI UMY, dari segi penilainnya juga meningkat. Jika pada tahun 2010 yang lalu skor akreditasi A yang didapatkan KPI UMY adalah 365, maka pada tahun ini skornya menjadi 369 poin. “Jadi ada peningkatan pada hasil penilaian dari akreditasinya. Dan skor 369 dari BAN-PT Kemendiknas itu cukup tinggi. Penilaian yang dilakukan oleh pihak BAN-PT juga beragam, seperti pada aspek visi dan misi, tata pamong, tata kelola mahasiswa, rasio mahasiswa, penelitian dan pengabdian masyarakat, fasilitas, keuangan, hingga penggunaan Teknologi Informasi (IT) juga diaudit dan dinilai. Bahkan penilaian dan audit tersebut juga termasuk dari sisi kerjasama prodi dengan institusi di luar negeri,” ujar Kaprodi yang juga Dosen FAI ini lagi.

 

Fathurrahman juga memaparkan bahwa akreditasi A yang berhasil dipertahankan tersebut tidak lantas menjadikan KPI UMY untuk berhenti meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikannya. Bahkan dengan keberhasilannya tersebut, KPI UMY telah mencanangkan tiga formula unggulan untuk semakin meningkatkan kualitasnya. “Kami sudah membuat formula baru untuk meningkatkan kualitas program studi. Pertama, merekonstruksi visi dan misi prodi sehingga nantinya kurikulum yang diterapkan pada prodi KPI UMY bukan lagi kurikulum plus, melainkan konsentrasi dan akan ada dua konsentrasi unggulan yakni konsentrasi Broadcasting dan Jurnalistik serta konsentrasi Komunikasi dan Konseling Islam. Kedua, kami juga akan mengininsiasi kelas internasional dengan bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Arab yang dalam hal ini kami akan bekerjasama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dan Dubai Uni Emirat Arab. Ketiga, kami juga akan menginisiasi agar S1 KPI UMY ini memiliki program lanjutan yang vertikal, yakni program Magister KPI. Itulah tiga formula yang akan kami lakukan setelah berhasil mempertahankan akreditasi A tersebut,” pungkasnya.