Prodi. Ekonomi & Perbankan Islam

slider 12

Program Studi Muamalat Konsentrasi Ekonomi dan Perbankan Islam (EPI) –  merupakan program studi (prodi) termuda di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). EPI yang didirikan tahun 1998 telah mendapat akreditasi A dan lulusannya mendapat gelar Sarjana Ekonomi Islam (SEI).

Tujuan pendidikannya adalah untuk melahirkan sarjana yang menguasai hukum Islam dari Alquran dan Al Hadist. Serta memiliki kemampuan praktis di bidang perbankan syariah. Karena itu, lulusan EPI UMY ini ditargetkan memiliki empat kompetensi. Yaitu, sebagai praktisi perbankan syariah, dewan pengawas syariah, konsultan di lembaga keuangan syariah, serta peneliti di bi dang ekonomi dan perbankan syariah.

BEI

Kunjungan Mahasiswa EPI ke Bursa Efek Indonesia di Jakarta

 

Keunikan Prodi EPI FAI UMY dengan program sejenis di universitas lain, adalah pada sisi keseimbangan. Yaitu keseimbangan antara sisi syariah dan kemampuan praktis di bidang manajemen perbankan. Keseimbangan ini perlu ditekankan, sebab dalam praktek perbankan syariah yang substansinya belum syariah. Penyebabnya, praktisi di perbankan syariah itu berangkat dari perbankan konvensional. “Untuk mengejar pemenuhan tenaga kerja syariah, mereka dilatih beberapa bulan kemudian diterjunkan ke perbankan syariah. Sehingga sisi luarnya syariah, tetapi substansinya konvensional. Karena itu, mereka perlu ditingkatkan kemampuan syariahnya”. Karena itu, EPI berupaya untuk menciptakan lulusan yang mempunyai kemampuan syariah seimbang. Tidak hanya kulit luarnya, tetapi substansinya juga syariah. Kemampuan ini sudah ditunjukkan mahasiswa EPI yang magang maupun berkarir di perbankan syariah.

“Ketika magang mahasiswa EPI bisa memberikan masukan kepada pihak manajer perbankan syariah untuk meluruskan substansi yang belum syariah”. Kemampuan ini membuat banyak mahasiswa EPI UMY dimunati untuk bekerja di perbankan syariah di tempat mereka magang.

Kemampuan praktis untuk bisa menelorkan lulusan yang menguasai teori dan praktek perbankan syariah, maka kekuatannya terletak pada kurikulum yang diterapkan di FAI UMY. Mahasiswa tidak hanya dapat menguasai aspek teorinya saja, tetapi juga handal dalam penguasaan aspek praktisnya. Hal ini karena kurikulum memang menunjang untuk ke arah sana.

Selain kurikulum, juga handal dari sisi pengajarnya. Misalnya, untuk menunjang kemampuan praktis di bidang perbankan syariah, maka dosen-dosen yang mengajar selain akademisi, juga praktisi di bidang perbankan syariah.

Sehingga untuk mata kuliah yang menyangkut praktek di perbankan, maka dosen pengampu melibatkan para direktur dan praktisi di lembaga keuangan syariah. Praktisi yang mengajar di EPI FAI UMY berasal dari BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah (BSM), BMT, BPR Syariah. Bahkan UMY mempunyai kerjasama dengan beberapa Bank Umum syariah dan Unit Usaha Syariah di antarany adalah; BSM, BTN Syariah dan BPD DIY Syariah, yang masing-masing diberi tempat untuk membuka kantor di UMY.

Keberadaan Bank Syariah yang ada di UMY ini dinilai cukup menguntungkan bagi mahasiswa. Sebab mahasiswa bisa melihat dari dekat kinerja bank syariah dan sekaligus bisa praktek dan tentunya dengan kerjasama ini, FAI bisa mendapatkan banyak keuntungan dalam rangka mendukung proses pembelajaran.

Pembelajaran ini membuat mahasiswa tidak canggung lagi ketika magang di perbankan syariah, sebab apa yang dikerjakan ketika magang tidak jauh berbeda dengan mempelajari teori di kampus. Jadi apa yang dikuliahkan di kampus sudah mendekati dengan situasi kinerja perbankan syariah.

Kegiatan magang ini merupakan suatu kewajiban, meskipun sudah mendapatkan mata kuliah sama dengan praktek di perbankan. Khususnya, mahasiswa yang telah menyelesaikan teori. Sebab melalui magang mahasiswa bisa menjalin hubung an dengan perbankan syariah.

Prospek lapangan kerja bagi lulusan EPI terbuka lebar. Tahun 2009, Bank Indonesia telah menargetkan lima persen tenaga kerja perbankan syariah (40 ribu orang lebih) bisa terserap di lembaga keuangan syariah. Namun ternyata tidak bisa tercapai sehingga hal ini merupakan peluang bagi lulusan EPI FAI UMY untuk mengisi kekurangan tenaga perbankan syariah.

Adanya kurikulum dan pelatihan di perbankan lulusan EPI mempunyai lima kemampuan. Pertama, mampu mengawasi kualitas kesyariahan bank syariah. Kedua, mampu memanage keuangan perbankan syariah. Ketiga, mampu memasarkan produk-produk bank syariah. Keempat, mampu menganalisis kelayakan aplikasi pembiayaan. Kelima, mampu mengoperasionalkan komputer perbankan.

Kurikulum FAI UMY, termasuk di dalamnya EPI, disusun berdasarkan pada penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah disahkan oleh bidang akademik UMY.

Karena itu, mata kuliah pada FAI UMY dikelompokan menjadi dua yaitu berdasarkan kelompok kompetensi dan berdasarkan elemen kompetensi. Kelompok kompetensi meliputi mata kuliah kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi khusus. Sedangkan elemen kompetensi meliputi mata kuliah pengembangan kepribadian, keilmuan dan ketrampilan, keahlian berkarya, perilaku berkarya dan berkehidupan bermasyarakat.■

Information for Future Students

© 2015 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | Created by Biro Sistem Informasi UMY