Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melepas empat mahasiswi dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Keempat mahasiswa tersebut akan melakukan program credit transfer di University of Malaya, Malaysia selama 1 semester yang terhitung sejak akhir bulan Februari hingga awal Agustus 2017. Diantara keempat mahasiswi tersebut yang berhasil lolos seleksi yaitu Dina Ayu Puspitasari, Nur Qomariah, Nur Halimah, serta Endah Tri Sejatiningrum yang semuanya merupakan mahasiswi PAI angkatan 2014. Adapun program credit transfer tersebut merupakan program yang telah dicanangkan oleh Kemenristekdikti dalam pertukaran mahasiswa lintas kampus untuk meningkatkan kompetensi dan skill mahasiswa, serta meningkatkan daya saing lulusan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng.,Ph.D membagikan pengalamannya saat mengenyam pendidikan di Malaysia. “Materi kuliah tidak jauh berbeda dengan yang ada di UMY, hanya saja bentuk informasinya berbeda. Universitas di sana lebih maju dengan bentuk informasinya banyak mengakses melalui jurnal. UM menjadikan Fakultas Agama Islam menulis tesis menggunakan Bahasa Arab. Sehingga kalian akan mendapatkan literasi yang kaya terkait Bahasa Arab. Di lain sisi, budaya kita dengan Malaysia tidak jauh berbeda. Di sana mereka memandang dosen itu sebagai suatu hal yang tinggi dan dihormati,” paparnya saat memberikan sambutan di ruang rektorat, Jum’at (24/2).

Mengenyam pendidikan di luar negeri, menurut Sri Atmaja akan memberikan efek positif dan memberikan peningkatan kepercayaan maupun softskill. “Studi ke luar negeri akan membuka cakrawala dan wacana. Di Malaysia sendiri meskipun Bahasa Nasionalnya adalah Bahasa melayu, namun di sana Bahasa Inggris menjadi Bahasa ke dua di Malaysia. Terlebih UM merupakan Universitas yang memiliki varietas mahasiswa dari berbagai Negara. Sehingga kalian akan lebih kaya mempelajari Bahasa. Oleh karena itu, meningkatkan komunikasi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sri Atmaja kembali menjelaskan, dengan adanya program credit transfer tersebut akan memperkuat kerjasama di bidang akademik dengan UM. Selain itu UM dinilai layak menjadi percontohan Universitas karena UM menjadi salah satu 500 Universitas terbaik di Dunia. “Kita telah mendorong kerjasama di bidang akademik terutama di kawasan ASEAN. Dipilihnya UM dalam program tersebut sangat baik. UM salah satu yang masuk rangking QS Stars dan merupakan Universitas tertua di Malaysia. Jika diibaratkan UM ini, UGM nya Malaysia. Dari sisi knowledge fundamental juga sangat kuat,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Jurusan PAI, Naufal Ahmad Rijalul Alam, M.A menjelaskan bahwa keempat mahasiswi yang lolos tersebut telah memenuhi kualifikasi. Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut diantaranya nilai IPK, keaktifan mahasiswa di organisasi kampus, serta kemampuan berbahasa. “Dalam proses seleksi ini sama yang dilakukan pada tahun kemarin, mengingat ini adalah program yang kedua kami mengirimkan mahasiswa untuk belajar di UM. Hanya saja tambahan kemampuan Bahasa pada proses seleksi yaitu kemampuan Bahasa Arab,” jelas Naufal. (repost BHP-hv)