Untuk ketiga kalinya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ditetapkan sebagai kampus hijau (Green Campus) oleh Indonesia Green Award (IGA). Penetapan UMY sebagai kategori Komunitas Green Campus ini diumumkan pada Selasa (20/5) lalu, berdasarkan keputusan tim penilai IGA 2014. Adapun penganugerahannya akan dilaksanakan pada 18 Juni 2014 di Bali Room Hotel Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Indonesia Green Awards yang diinisiasi oleh The La Tofi School of CSR dan didukung oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Perindustrian ini, merupakan dedikasi yang diberikan kepada para pihak yang telah melakukan upaya-upaya luar biasa melalui berbagai program untuk menyelamatkan bumi. Tujuannya agar ke depan, besaran dan kecepatan untuk menyelamatkan bumi bisa berlari lebih dahulu dari perubahan iklim. Pada tahun kelima dari penyelenggaraan IGA ini, ada sembilan kategori yang dinilai untuk dua macam bentuk (perusahaan dan komunitas) yaitu, penyelamatan sumber daya air, pengembangan energi baru dan terbarukan, pengembangan keanekaragaman hayati, pelopor pencegahan polusi, pengembangan pengolahan sampah terpadu, green province, green city, green school, dan green campus.

Ir. Nafi Ananda Utama, M.S, selaku sekretaris universitas mengatakan bahwa konsep green campus yang dilakukan UMY pada tahun 2014 ini memasukkan semua asas Tri Darma Perguruan Tinggi. Dan inilah yang menjadi perbedaan pada dua tahun sebelumnya, saat UMY meraih penghargaan green campus dan pelestari energi terbarukan. “Jadi, semua program Tri Darma Perguruan Tinggi kami arahkan pada program Go Green Campus ini,” ujarnya.

Selain itu, pada program Green Campus 2014 ini, UMY mengangkat tema The Way to Green. Menurut Nafi, berdasarkan tema tersebut UMY memiliki tujuan untuk menjadi pendidikan tinggi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan. “Caranya dengan mengembangkan kegiatan akademik, pengabdian masyarakat dan pendidikan karakter berwawasan lingkungan dan isu-isu pembangunan berkelanjutan. The Way to Green ini juga merupakan strategi UMY untuk mencapai kampus world class university dan modern, dengan berwawasan pengembangan lingkungan yang berkelanjutan di tahun 2018,” paparnya.

Nafi juga menambahkan, bahwa program Green Campus yang dilakukan oleh UMY itu tidak selalu dengan cara mengadakan program baru pada tiap tahunnya. Namun, perluasan program yang sudah lebih dulu ada juga dijalankan oleh UMY. “Seperti program pengolahan daun-daun atau sampah organik sebagai bahan pupuk kompos. Tahun ini kita sudah bisa produksi sendiri dengan mesin yang juga dibuat sendiri oleh Teknik Mesin. Ke depannya, tidak menutup kemungkinan program ini akan diperluas sebagai program pengabdian masyarakat untuk ikut menghijaukan lingkungan. Jadi, tidak harus membuat program baru, tapi juga bisa dengan memperluas program yang sudah ada. Dan bukan hanya untuk kampus saja, melainkan juga untuk masyarakat luas,” jelasnya.

Di sisi lain, Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng., Ph.D., PE, wakil rektor III UMY mengatakan, ada lima program implementasi yang dilakukan UMY untuk menjadi Green Campus. “Yakni, program kampus hijau dan bersih, penggunaan energi yang hemat dan efisien, efisiensi penggunaan kertas, pengelolaan sampah menuju “Zero Waste Management”, dan pemanfaatan bahan daur ulang (Recycle Materials).”

Dalam upaya pelaksaan program tersebut, lanjut Sri lagi, kegiatan-kegiatan program dilaksanakan secara sinergi dan terintegrasi dalam Chatur Darma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, melalui pengembangan edukasi, riset dan pengembangan teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta pendidikan karakter dan pengembangan kawasan kampus. “Green Campus ini sudah dicanangkan sejak tahun 2011. Karena itulah kami berkomitmen untuk tetap  menciptakan green campus di UMY melalui program-program tersebut. Dan harapannya agar ini bisa memotivasi seluruh civitas UMY untuk menjadi lebih baik lagi.