Rabu (26/12/18) ICC Public Speaking mengadakan seminar Training of Public Speaking dengan tema Explore Your Talk Skills And Be A Good Speaker. Seminar ini dilaksanakan di Gedung F6, Ruang Sidang FAI lantai 2 pada pukul 09.30 WIB. Seminar ini merupakan rangkaian dari acara launching program belajar bersama ICC Public Speaking. Tujuan dari seminar ini adalah untuk mengeksplor atau mengasah kemampuan menjadi seorang speaker yang baik dan juga belajar untuk percaya diri. Salah satu dari kegiatannya adalah belajar negosiasi dan teknik wawancara.

Pemateri dalam seminar tersebut adalah Stefanus Firman Adi Saputra atau yang kerap disapa dengan sebutan Firman Putra. Ia berdomisili di Bantul, Yogyakarta. Ia adalah seorang announcer radio di Redjo Buntung, presenter RBTV dan TVRI, MC, moderator, dan juga musik.

Dalam seminar tersebut, Firman memberikan beberapa materi mengenai teknik olah vokal, intonasi suara, pemilihan kata, aksentuasi, artikulasi, kecepatan berbicara, senam muka, postur yang baik, hingga tips agar napas tidak terdengar saat bicara menggunakan microphone. Selain itu Firman juga menjelaskan tentang seni berbicara di depan umum.

“Melatih public speaking penting dan sangat berguna untuk banyak hal seperti wawancara kerja. Public speaking harus selalu yakin dengan apa yang dilakukan namun tetap memperhatikan gesture. Jika kita percaya dengan apa yang kita ucapkan dan lakukan, maka gesture akan terbentuk secara alami,” jelas Firman Putra ketika menyampaikan materi.

Firman Putra menjelakan juga bahwa mengasah bakat dan komunikasi non-verbal itu penting. Karena tubuh lebih banyak berbicara dari pada mulut. Ketika berbicara di depan umum tidak sama dengan bicara di depan teman. Karena itu berlatih public speaking sangat diperlukan. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari karakter yang cocok dengan kita, menggunakan suara dan gerakan yang natural dan jangan dibuat-buat, serta tetap be your self but the best of you.

Persiapan untuk seminar ini dilakukan 3 minggu sebelum acara. Terdapat beberapa kendala dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa yang mendaftar pada senimar tersebut berjumlah 63 mahasiswa. Akan tetapi yang hadir tidak ada setengah dari pendaftar. Selain itu seminar ini telah diundur dengan kendala tidak mendapatkan ruangan.

“Untuk ke depannya bisa diadakan training public speaking yang lebih bagus lagi dengan tema yang lebih baik lagi, pembicara lebih baik lagi dan diharapkan pesertanya lebih banyak lagi karena public speaking ini sangat penting dan bermanfaat terkhusus mahasiswa KPI, itulah kendala yang kami alami,” ujar Yanti selaku penanggung jawab  seminar tersebut ketika di wawancarai tim jurnalistik.

“Saya baru tau dan setau saya perut itu pernapasan yang paling bagus, tapi tadi dijelaskan teknik-tekniknya seperti penapasan yang baik ialah diafragma, kesannya tentunya acara ini bisa dipraktekkan ketika berbicara di depan umum dan menarik sekali pembahasannya, tentunya ini juga sangat membantu kita di mata kuliah komunikasi” Kata Adi Putra selaku peserta seminar dan merupakan anggota ICC Public Speaking.

“Sering aja diadain, soalnya pelatihan public speaking gak cuman sekali praktek langsung pinter gitu kan. Kalau cuman sekedar sekali-kali saja diadakan latihan ya kurang gitu. Mungkin ya lebih dimasifin gitu, lebih dirutinin. Walaupun gak harus sama pemateri yang jos gitu. Mungkin kalau ada yang emang sudah berkompeten ngajarain, ya sering-sering aja diadain,” pesan Hilmy selaku ketua umum HMJ KPI 2018/2019 ketika diwawancarai tim jurnalistik melalui media voice note. (Tim Jurnalistik Fikri dan FM)