YOGYAKARTA – Senin 29 Januari 2018 Fakultas Agama Islam terkhusus Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) kedatangan tamu kunjungan Studi Banding dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Muhammadiyah, Paciran Lamongan yang bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana UMY. Maksud dan Tujuan STAIM Paciran Lamongan berkunjung ke FAI UMY adalah untuk sharing tentang  proses pembelajaran khususnya di PAI FAI UMY, tata kelola prodi dan fakultas, kerja sama yang dibangun sehingga membuat PAI FAI UMY berkembang dan maju seperti saat ini. Sebelum memasuki acara inti, terlebih dahulu diawali dengan sambutan dari ketua STAIM Paciran yaitu Bapak H. Ahmad Amin, M.Pd. sekaligus menjelaskan maksud dan tujuan melaksanakan Studi Banding dengan memaparkan sedikit keadaan di STAIM Paciran. Selanjutnya dari pihak FAI sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Agama Islam yaitu Ibu Dr. Akif Khilmiyah, M.Ag.

Acara Studi Banding dipandu oleh Ketua Prodi PAI FAI UMY yaitu Bapak Naufal Ahmad Rijalul Alam, M.A. yang didampingi oleh sekretaris Prodi yaitu Bapak Sadam Fajar Shodiq, M.Pd.I. Terlebih dahulu Bapak Naufal memaparkan keadaan PAI FAI UMY, dari mulai kurikulum, dosen, mahasiswa dan juga kerjasama yang telah dibangun oleh prodi PAI. Setelah itu, pemaparan keadaan STAIM Paciran yang disampaikan oleh Bapak Ali. Selebihnya diperbanyak tanya jawab dan diskusi baik dari pihak dosen STAIM Paciran maupun mahasiswa. Banyak sekali pertanyaan yang disampaikan terutama terkait tahapan PAI FAI UMY dalam membangun prodi sehingga bisa maju seperti saat ini. Selain itu, pertanyaan tentang proses pembelajaran, cara membuka kerjasama dengan universitas di luar negeri, promosi PAI dan solusi yang bisa diberikan oleh prodi PAI FAI UMY terkait keadaan di STAIM yang terbilang masih kecil.

Terdapat beberapa poin yang menarik perhatian STAIM Paciran Lamongan salah satunya terkait proses perkuliahan secara online (daring atau e-Learning). Bapak Sadam selaku sekretaris prodi menjelaskan proses dan cara mengakses e-Learning tersebut secara gambaran besar. Karena jika dijelaskan secara runtut akan sangat membutuhkan waktu yang lama, tutur Bapak Sadam. Selain itu yang menarik adalah membuka kerjasama dengan Universitas yang ada di Luar Negeri. Karena memang saat ini PAI FAI UMY juga sedang gencar-gencarnya meningkatkan Internasionalisasi program.

Dari berbagai pertanyaan terutama terkait kondisi real PAI FAI UMY dari awal hingga saat ini,  dapat ditarik kesimpulan yang memotivasi pihak STAIM Paciran Lamongan yaitu “Tidak ada yang tidak mungkin. Tidak usah berkecil hati. Yakinlah kalau kita bisa melakukan sesuatu yang luar biasa kita akan diakui tidak hanya di Nasional bahkan Internasional” papar Bapak Dr. Abd. Madjid, M.Ag. salah satu dosen PAI FAI UMY. (An, OM)