Yogyakarta, (11/04) Indonesia adalah Negara berkembang yang masih membutuhkan dorongan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dari data baru-baru ini sebesar 6,3% per Agustus 2012 (Berita Resmi Statistik No.54/08/Th.XV,6 Agustus 2012 ). Tertahannya pertumbuhan ekonomi ini berdampak kepada percepatan tingkat kesejahteraan penduduk, dimana masih terdapat sekitar 11,96% rakyat yang hidup dibawah standar ekonomi di Indonesia (Berita Resmi Statistik No.45/07/Th.XV,2 Juli 2012). Di sisi lainnya, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia menurut data badan pusat statistic per Februari 2012 mencapai 6,32% atau 7,61 juta orong. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional sangat perlu dipacu secara maksimal sehingga perekonomian nasional bisa bersaing dengan Negara berkembang lainnya atau negara maju di dunia.

Dalam mewujudkan pembangunan nasional dan maksimalisasi pertumbuhan ekonomi, maka dibutuhkan sistem okonomiyang tangguh dan anti krisis. Sistem ekonomi syariah sebagai salah satu opsi sistem perekonomian yang diyakini bisa menjadi solusi atas beragam malasah perekonomiam nasional dan mempunyai potensi yang positif untuk dikembangkan di Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, 87,18% atau 207.176.162 Jiwa penduduk Indonesia beragama Islam (SP2010.BPS.go.id). Fakta ini memberikan harapan optimis untuk pembangunan ekonomi syariah khususnya dalam sektor perbankan di Indonesia.

Di lain sisi, perkembangan perbankan syariah cenderung lambat dan jauh dari target pangsa pasar yang ingin dicapai. Hal ini dapat dilihat dari total aset perbankan syariah per Agustus 2012 yang baru mencapai angka 4,1% dari total pangsa pasar perbankan nasional. Perkembangan perbankan syariah di Indonesia belum mampu mengejar ketertinggalannyadari segi perkembangan aset perbankan syariah di negara tetangga Malaysia yang sudah mencapai angka 24% dari total pangsa pasar perbankan di Negara tersebut. Lambatnya pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia secara tidak langsung disebabkan karena paradigma pengembangan ekonomi syariah di Indonesia masih terbatas dalam pendekatan normatif sehingga berdampak terhadap rendahnya minat masyarakat pada industri keuangan syariah.

Oleh karena itu perlu dilakukan restorasi pemikiran ekonomi syariah di Indonesia dari pendekatan normatif kepada pendekatan rasional sehingga lebih dapat diterima oleh masyarakat luas dan dapat merangsang perkembengan lembaga keuangan syariah di Indonesia. Adapun makna restorasi pemikiran ekonomi syariah yang kami maksud adalah sebuah perubahan paradigma ekonomi syariah dari pendekatan yang hanya berdasarkan halal haram menjadi pendekatan yang bersifat rasional untuk pengembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia Tanpa mengurangi nilai yang terkandung di dalamnya.

Sebagai suatu langkah untuk mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya mahasiswa agar lebih peka terhadap problematika sosial ekonomi di negara kita dan sama-sama memikirkan solusi serta memulai dengan tindakan nyata, maka dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( HMJ EPI UMY ) melakukan trobosan  dengan menyelenggarakan even dalam format Sharia Economic Week dengan rentetan acara Kompetisi Ekonomi Syariah, Bakti Sosial dan Seminar Nasional. Keseluruhan acara tersebut akan dirangkum dalam SHARIA ECONOMIC WEEK dengan tema “ Restorasi Pemikiran Ekonomi Syariah”

kegiatan ini selain bertujuan memasyarakatkan ekonomi Islam juga mencari solusi pemberdayaan ekonomi Islam dengan cara menjalin silaturahmi dan Persatuan Antar Akademika Nasional dan sekaligus mengkampanyekan perubahan paradigma pemikiran ekonomi syariah dari pendekatan normatif kepada rasio

RANGKAIAN KEGIATAN

Pembukaan Sharia Economic Week

1. Kompetisi Ilmiah Tingkat Perguruan Tinggi SE DIY

a. Economic Debate

b. Paper Presentation Contest

c. Stand Up Economics

2. Kompetisi Ilmiah Tingkat Sekolah Menengah Atas se DIY

a. Paper Presentation Contest

b. Lomba Desain Kaos

3. Kompetisi Tingkat Taman kanak-Kanak

a. Lomba mewarnai

4. Seminar Nasional

5. Bakti Sosial

6. Acara Pendukung

a. Bedah Buku Terkait Ekonomi dan Umum

b. Diskusi Bersama Kintas kampus

c. Pelatihan Jurnalistik

d. Expo Sharia Economic Week