YOGYAKARTA – Pada hari Senin, 11 April 2018 diadakan Seminar Pendidikan  yang bertempat di Gedung AR. Fachrudin B lantai 5. Dengan pengisi acara Bapak Dr. Muqowim S. Ag, M.Ag dan Bapak Prof. Dr. Buchori Ms, M.pd. Yang di moderatori oleh Ayub, S.Pd.I., M.A. Dengan tema “Optimalisasi Potensi Diri Melalui Pendidikan Menuju Perubahan”. Acara ini di ketuai oleh Diar Astuti.

Menurut Bapak Muqowim, Pendidikan adalah proses membangkitkan dan menghidupkan nilai positif dari dalam diri kita. Setiap anak terlahir jenius. Orang tua dan lingkungan pertama adalah faktor yang sangat mempengaruhi pengurangan kejeniusan tersebut. Tugas kita adalah menjaga nilai positif itu. Kiat-kiat mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Orang yang siap dengan masa depannya adalah orang yang berfikir 50 % hari ini dan 50 % masa depan. Melatih diri untuk berfikir, berusaha, dan bercermin sedini mungin akan membantu diri kita siap menghadapi masa depan. Salah satu contoh kecil untuk melatih pikiran kita adalah dengan menentukan priority lulus tepat waktu atau lulus di waktu yang tepat. Orang yang jenius adalah orang yang membaca dengan refleksi karena membaca tanpa refleksi sama dengan makan tanpa mencerna.

Menurut salah satu peserta seminar nasional, Hafsah mengatakan. “materi yang disampaikan dalam seminar bagus untuk bekal calon pendidik dan pendidik. Selain itu, materi yang dibawakan juga mendorong kita untuk lebih menjadi pribadi yang baik yang didasarkan atas kemauan dalam diri kita sendiri Pendidikan  adalah  Proses membangkitkan dan menghidupkan nilai positif dalam diri kita. Setiap anak terlahir jenius. Orang tua dan lingkungan pertama adalh faktor yang sangat mempengaruhi pengurangan kejeniusan tersebut. Tugas kita adalah menjaga nilai positif  itu. Bagaimana kita dapat mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Karena Orang yang siap dengan masa depannya adalah orang yang berpikir 50 %  hari ini dan 50 % masa depan. Melatih diri untuk berfikir, berusaha dan bercermin sedini mungkin akan membantu diri kita siap menghadapi masa depan. Salah satu contoh kecil untuk melatih pikiran kita adalah dengan menentukan priority ” lulus tepat waktu atau lulus di waktu yang tepat.” Orang yang jenius adalah orang yang membaca dengan refleksi karena membaca tanpa refleksi sama dengan makan tanpa mencerna.” (arm/An/OM)