Filantropi Islam saat ini menjadi isu sentral dalam konteks penguatan masyarakat sipil di Indonesia. Kendati sudah dipraktikan selama berabad-abad, studi akademik terhadap wacana dan praktik filantropi Islam di Indonesia belum begitu banyak dilakukan.  Muhammadiyah salah satu peolor gerakan filantropi Islam di Indonesia adalah satu bukti sejarah yang patut mendapatkan apresiasi dan telaah kritis.

Di tengah kemjuan dan prestasi yang telah diraihnya selama hampir satu abad, tantangan-tantangan baru di era modern bermunculan, kemiskinan yang semakin merebak, meningkatkan jumlah pengangguran yang tidak teredam, serta persaingan yang ketat di bidang ekonomi, telah menantang organisasi filantropi Islam untuk dapat berkiprah lebih jauh dan terus melakukan pembaharuan, baik yang bersifat pemikiran maupun manajemen organisasi.

Dalam rangka merevitalisasi peran-peran sosial organisasi Islam, dan untuk memempertajan temuan-temuan teoritis dan praktis, dalam filantropi Islam, Prodi Ekonomi dan Perbankan Islam, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, bekerjasama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghadirkan pakar filantropi dan penulis buku dalam Seminar dan Diskusi Buku  Melayani Umat: Filantropi Islam dan Ideologi Kesejahteraan Muhammadiyah (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2010) karya Hilman Latief.

Seminar dan Diskusi buku ini menghadirkan tiga Narasumber yaitu, Hilman Latief, M.A. penulis buku dan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Amelia Fauzia, MA., Ph.D. dosen sejarah di UIN Syairf Hidayatullah Jakarta dan Peneliti Filantropi Islam dan Drs. Said Tuhuleley, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Acara diselenggarakan pada Rabu pagi (22/12) Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jl. Lingkar Selatan, Tamantrito Kasihan Bantul Yogyakarta.