Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari kinerja perbankan, yang note bane-nya baik dan buruk perbankan akan berpengaruh pada perkembangan kesejahteraan masyarakat secara luas. Oleh karenanya, bank yang berperan secara aktif dalam memberdayakan masyarakat melalui sektor-sektor ekonomi perlu didukung oleh manajemen dan SDM yang profesional, memahami problematika masyarakat secara utuh, sehingga proses penyelesaian dan solusi yang ditawarkan mampu mengentaskan problematika kesejahteraan masyarakat secara efektif.

Perbankan Syariah dengan kuantitas yang telah tumbuh sedemikian rupa diharapkan mampu memberikan alternatif yang tepat sebagai sebuah sistem, karena masyarakat sangat membutuhkan bukti yang nyata;

Perkembangan jumlah bank syariah di Indonesia tercatat sangat signifikan, baik bank umum maupun unit syariah, yang total kantornya mencapai 2.380 unit tersebar dari pusat, cabang, hingga unit-unit kas. Perbankan Syariah saat ini dan ke depan akan terus membutuhkan jumlah sumber daya manusia (SDM) profesional yang tidak sedikit, sekaligus membutuhkan tenaga praktisi yang berkualitas. Indikator kemampuan dan profesionalisme praktisi perbankan syariah yaitu mampu memahami konsep dasar dan mampu mengaplikasikannya dalam praktik. Untuk dapat mengimplementasikan praktik perbankan syariah secara profesional  seorang praktisi dituntut untuk menguasai manajemen dan sistem operasional bank syariah.

Dalam penjelasannya, Miftakhul Khasanah S.TP., MSI, sebagai Ketua Jurusan Ekonom dan Perbankan Islam FAI UMY ditengah-tengah kegiatan Pelatihan Dasar Perbankan Syariah (17/11) menyampaikan dalam rangka menumbuhkembangkan kemampuan memahami dan implementasi praktik perbankan syariah baik mahasiswa, praktisi dan masyarakat umum yang berkompeten terhadap perbankan syariah, mereka perlu mendapat pelatihan-pelatihan dan diskusi khusus perbankan syariah serta mampu menguasai sistem informasi perbankan.

Pada kesempatan Pelatihan Dasar Perbankan Syariah dengan tema “refleksi peranan ilmu syariah  menuju SDM syariah yang berkompeten” yang diselenggarakan pada 17 dan 18 Nop ini, diikuti oleh 39 peserta yang terdiri dari praktisi perbankan syariah, mahasiswa S2 dan S1 dengan menghadirkan Dr. Imamuddin Yuliadi, M.Si, sebagai narasumber dan juga mendatangkan pakar serta praktisi dari bank Mandiri Syariah, bank Muamalat Indonesia dan bank Mega Syariah