Era baru dalam pendidikan sudahlah dimulai sejak lama, namun masih banyak masyarakat beranggapan sebuah institusi pendidikan berlabel Negeri adalah yang paling bergengsi, dan dapat memberikan jaminan mutu terbaik. Sebagai standarisasi mutu dan kualitas sebuah perguruan tinggi tentu kita telah banyak mengenal Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) lembaga yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Nasioanal (Kemendiknas) dan di sanalah  semua perguruan tinggi di Indonesia akan di nilai berdasarkan data yang telah disesuaikan dengan keadaan riil pada perguruan tinggi yang bersangkutan baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sehingga setiap Perguruan Tinggi akan mendapatkan status akreditasi sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Sebagaimana yang ditulis pada website Kemendiknas, munculnya pertanyaan apakah perguruan tinggi negeri (PTN) selalu lebih baik dari perguruan tinggi swasta (PTS)? jawabannya adalah tidak selalu. Ada PTS yang memiliki kualitas yang tidak kalah dengan PTN. Anggapan bahwa PTN selalu lebih baik dari PTS adalah mitos belaka yang selama ini telah dipercaya oleh banyak orang. Anggapan ini muncul karena perguruan tinggi negeri umumnya memiliki sumber daya yang lebih baik, misalnya jumlah dosen yang bergelar doktor lebih banyak. Hal ini disebabkan karena pada masa yang lalu pemerintah lebih memusatkan bantuannya kepada perguruan tinggi negeri.

Masyarakat juga sering beranggapan bahwa PTS dengan biaya pendidikan yang lebih tinggi adalah perguruan tinggi yang bermutu. Padahal ini bukanlah satu-satunya patokan. Masyarakat perlu memperhatikan hal lain yang dapat membantuk menilai mutu suatu perguruan tinggi diantaranya adalah status akreditasi, fasilitas pendidikan yang tersedia, serta kualitas dan kuantitas dosen yang dimilikinya.