IMG_9658Jurusan Ekonomi dan Perbankan Islam (EPI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mendapat kehormatan ditunjuk sebagai tuan rumah Musyawah Nasional Asosiasi Dosen Ekonomi Syariah (Munas AdeSy) ke-III. Acara diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu, 12-13 Maret 2016 di Gedung AR. Fakhruddin A Kampus Terpadu UMY. Menurut Ketua Panitia, M. Sobar, SE.I., M.Sc., peserta yang diundang dalam acara tersebut adalah dosen-dosen yang berasal dari Perguruan Tinggi yang memiliki Jurusan Ekonomi Syariah se-Indonesia. ADESY merupakan asosiasi keilmuan dosen ekonomi syariah yang didirikan di Yogyakarta pada tahun 2010. Keanggotaan ADESY terdiri dari dosen-dosen Ekonomi Syariah se-Indonesia. Karena pendirinya sebagian besar adalah dosen pendidikan tinggi yang berada di bawah kementrian agama, sebagian besar anggotanya pun merupakan dosen-dosen ekonomi syariah di bawah kementrian agama.

M. Sobar juga mengungkapkan, untuk menyemarakkan acara dan menggairahkan peserta pada keilmuan ekonomi syariah dalam Munas ADESY ke-III ini disisipkan pula berbagai rangkaian kegiatan. Rangkaian kegitan tersebut diantaranya adalah Seminar Nasional, Workshop Penulisan Buku Ajar Ekonomi Islam dan Munas Pergantian Pengurus. “Pada hari pertama Munas, Sabtu (12/3) kami menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Kewirausahaan Sosial dan Philantropi. Narasumber pada seminar ini adalah para pakar filantropi dan praktisi keuangan Islam. Sementara Keynote Speech-nya adalah pakar bidang tafsir Al-Qur’an yakni Prof. Dr. Yunahar Ilyas, M.Ag dengan membawakan materi yang bertemakan “Kontekstualisasi Penafsiran Ayat-ayat Ekonomi Islam,” ungkap Sobar. Pada hari itu pula acara dilanjutkan dengan workshop Penulisan buku ajar ekonomi Islam, dengan pemateri utama adalah Dr. Fuad Zein, pakar di bidang Fiqh Muamalah dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pada Hari yang kedua, Minggu 13 Maret 2016 acara dilanjutkan dengan musyawarah nasional. Dr. Muhammad Yasid, selaku ketua umum ADESY langsung memimpin forum tersebut. “Forum munas berlangsung cukup dinamik mengingat pada munas tersebut juga berisi evaluasi pengurus lama periode 2012-2016. Dalam forum munas tersebut mencapai beberapa kesepakatan dan rekomendasi diantaranya nomenklatur (nama) ADESY diganti dengan ADESI (Asosisasi Dosen Ekonomi Syariah Indonesia). Selanjutnya dalam forum tersebut juga berhasil menetapkan Hilman Latief, Ph.D sebagai Ketua Umum periode 2016-2019,” imbuh Sobar lagi.

Ditemui setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum ADESY, Hilman Latief, Ph.D mengungkapkan, fokus program ke depan dalam kepengurusannya adalah pada peguatan pengajaran ekonomi syariah dan peningkatan publikasi dosen-dosen ekonomi syariah pada jurnal-jurnal ilmiah. Ia juga berharap agar ke depan ADESY bisa menfasilitasi dosen-dosen ekonomi syariah untuk mempublikasikan hasil penelitian dan kajiannya untuk diterbitkan di jurnal nasional. Dosen Ekonomi dan Perbankan Islam (EPI) UMY lulusan Universitas Utrech Belanda tersebut juga berharap seluruh dosen ekonomi syariah di Indonesia agar segera bergabung menjadi anggota agar sinergisitas keilmuan ekonomi Islam antar dosen ekonomi syariah bisa segera terwujud.

It's only fair to share...