Sabtu (18/11) Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KPI FAI UMY) menggelar Workshop Narrative Writing yang dilaksanakan di Gedung F6, Lt. 2, Ruang Sidang Fakultas Agama Islam UMY. Kegiatan ini  diadakan untuk menambah Kompetensi Mahasiswa pada Mata Kuliah Psikologi Klinis. Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul pukul 09.00-15.00 WIB.

Kegiatan ini mendatangkan pemateri Setawati Intan Savitri, M.Si, seorang Psikolog dan juga praktisi dibidang Narrative Writing. Kegiatan ini hanya dihadiri oleh Mahasiswa Komunikasi Dan Penyiaran Islam angkatan 2015. “Mahasiswa mendapatkan Mata Kuliah Klinis, Mahasiswa butuh tempat untuk menyembuhkan diri sendiri, kalian harus punya kompetensi untuk itu, kalian diharapkan punya empat Kompentensi yang akan dicapai setelah kegiatan ini  yang pertama bisa mengenal emosi, bisa meregulasi emosi bisa menganalisis tulisan temen-temen dan terakhir bisa membantuorang lain untuk meregulasi emosi”, tutur Dosen Pengampu Psikologi Klinis, Novia Fetri Aliza,  S.Psi., M.Psi,. Psikolog Saat diwawancara selepas acara.

Pemateri setelah kegiatan menyampaikan narative writing adalah salah satu  terapi yang berbasis pada penulisan, “Menulis biasanya bisa dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui problematika terutama untuk mereka-mereka yang memiliki sifat yang lebih tertutup, dari budaya yang lebih tertutup, tidak memiliki kebiasaan bercerita kepada orang lain, jadi salah satu cara  untuk membuka hal-hal yang tertutup tersebut adalah dengan menuliskannya. Menulis adalah aktivitas koognitif dan emosi yang positif karena berarti dia menstrukturkan cara berfikir dan kemudian membantu dalam meregulasi diri”.

Rhafidilla Vebryanda, M.I.Kom, salah satu Dosen yang hadir dalam kegiatan tersebut berharap kagiatan seperti ini akan terus ada tidak hanya Mata Kuliah Psikologi Klinis. “Tidak hanya berakhir hari ini saja tapi untuk kedepanya agar dapat bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat hari ini sebagai dosen dan sebagai peserta disini acaranya menurut saya sangat bagus jadi mahasiswa tidak hanya mendapatkan satu perspektif dari sidosennya saja tapi banyak ilmu-ilmu lain dari praktisi”, Ucapnya saat dimintai pendapat selepas kegiatan.

Kegaiatan yang berlangsung tidak hanya menghasilkan sebuah wawasan baru tapi juga kesan yang baik untuk peserta sendiri. Seperti yang dikatakan oleh salah satu peserta bahwa biasanya ia melakukan kegiatan regulasi emosi lewat pikiran dan kini saya jadi tahu bagaimana tehnik memaksimalkan tulisan sebagai media utama dalam mencari skema penyelesaian masalah. Mereka juga ada rencana untuk membuat Komunitas regional dibeberapa kota, jadi ini bisa jadi ladang bagi yang ingin mendalami lebih lanjut Narrative Writing”, Ujarnya. (Sulistiani ICC Jurnalistik, D)