milad iccAl Quran sebagai Sumber Sains dan Teknologi Perspektif Komunikasi dan Psikologi menjadi tema diskusi ilmiah pada Senin (8/12). Berangkat dari keprihatinan mengenai dikotomi antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan yang bersumber dari Al-Qur’an diskusi ini digelar. Dikotomi itu kemudian berdampak pada paradigma belajar mahasiswa, karenanya al Quran semakin ditinggalkan.
“Perputaran nilai kita jauh lebih cepat dari yang kita inginkan. Sesuatu yang hilang dari manusia adalah kemanusiaan. Untuk itulah kita harus kembali pada satu paradigma yakni paradigma yang bersumber pada Al-Qur’an,” tutur Fathurrahman Kamal selaku Kepala Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dalam sambutannya.
M. Nurul Yamin sebagai pemateri pertama menjelaskan mengenai Ilmu Komunikasi dalam perspektif al Quran. Dalam kuliahnya, Yamin menyebutkan bahwa komunikasi memang lahir dari barata. Itulah sebabnya literatur ilmu komunikasi didominasi oleh teori-teori barat. Akan tetapi, bukan berarti Islam tidak memberikan kontribusi. Sebagai salah satu contohnya, Yamin menyebutkan bahwa dakwah merupakan proses komunikasi yang ia sebut sebagai komunikasi profetik.
Berangkat dari disiplin ilmu yang berbeda, Very Julianto memaparkan penelitiannya mengenai al Quran dan pengaruhnya terhadap imunitas. Dari penelitiannya tersebut, Very menemukan bahwa surat Al Fatihah yang dibaca secara sadar sambil dihayati maknanya dapat meningkatkan imunitas hingga 58% dibandingkan dengan multivitamin.
Selain diskusi ilmiah Al Quran, pada kesempatan itu juga Himpunan Mahasiswa Jurusan KPI memberikan santunan kepada panti asuhan Abu Dzar Al Ghifari Yogyakarta secara simbolis. Rangkaian acara ini digelar dalam rangka ulang tahun Islamic Communication Community (ICC) yang pertama. Bertempat di gedung AR. Fakhruddin B Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), acara ini dihadiri oleh hampir seluruh mahasiswa aktif KPI. Selain itu, terlihat Dekan Fakultas Agama Islam, Mahli Zainuddin beserta jajaran dosen KPI hadir pada acara tersebut.