MarokoDua mahasiswa dan satu pengajar Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mendapatkan Ibn Batutah Merit Scholarship untuk mengikuti Short Course for Arabic Studies, Peace and Diplomacy yang diselenggarakan Qalam wa Lawh di Rabat, Maroko (30 Desember 2013 – 28 Januari 2014). Mereka adalah Laily Itsnai Fauziyah dan Khadijah Ummul Mukminin, mahasiswa semester tiga Prodi PAI dan Naufal Ahmad Rijalul Alam, M.A.

Qalam wa Lawh adalah institusi Bahasa Arab ternama di Rabat, Maroko dan telah diakreditasi oleh Brookhaven College (comprehensive American community college) di bawah lembaga Southern Association of Colleges and Schools (www.sacscoc.org). Institusi ini juga merupakan anggota The American Association of Teachers of Arabic. Kurikulum yang diajarkan di Qalam Center sesuai dengan The American Council for the Teaching of Foreign Languages.

Program yang ditawarkan adalah program belajar bahasa arab dan kebudayaan yang pendaftarannya dibuka setiap tahun sebanyak 4 sesi sesuai dengan jumlah musim yang ada di Maroko: fall, winter, spring, dan summer. Beasiswa ini terbagi menjadi dua, full scholarship dan partial scholarship untuk setiap sesinya. Full scholarship merupakan beasiswa untuk program dan akomodasi yang diberikan kepada 5 (lima) orang dan partial scholarship berupa beasiswa untuk program saja yang diberikan kepada 10 (sepuluh) orang. Terhitung sejak 2009, Qalam Center telah menerima 700 mahasiswa dari Amerika, Eropa, Asia Timur, Asia Tenggara dan Afrika Selatan.
“Alhamdulillah, pada sesi winter ini, dari 15 penerima beasiswa di seluruh dunia, baik full maupun partial scholarship, 3 orang berasal dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” tutur Khodijah Ummul Mukminin, mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, FAI UMY.

MarokoProgram Winter hanya berlangsung selama 4 minggu, dimana setiap akhir 2 minggu pertemuan akan diadakan ujian. Dari ujian tersebut dapat diketahui perkembangan para peserta program. Pada akhir program juga diadakan tes menulis paper dan presentasi menggunakan Bahasa Arab di depan seluruh murid dan penguji. Selain kegiatan belajar di kelas, ada pula kegiatan lain yang menarik seperti media club (shohafi), Islamic culture, literature club, excursion atau kunjungan ke tempat bersejarah di Maroko, Arabic calligraphy, cooking class, dan sebagainya. “Pada waktu tertentu, kami juga melakukan kunjungan ke Perpustakaan Nasional untuk studi literatur,” lanjut Laily Fauziyah.

Di akhir program, para mahasiswa mendapatkan sertifikat dari Qalam wa Lawh yang menyatakan bahwa mereka telah lulus dan dapat mengikuti program dengan baik. Khodijah berharap, pada sesi  selanjutnya (summer session), ada mahasiswa dari UMY yang bisa mengikuti program serupa, sehingga menambah pengalaman dan kemampuan berbahasa asing. “Satu pesan kami untuk mahasiswa UMY khususnya FAI, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan berdoa. If you can dream it, you can do it !”. (nfl)