Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali menorehkan prestasi tingkat nasional pada Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka adalah Roya Hayatina (2013) dan Fahmia Robiatun (2015), yang merupakan mahasiswi program studi Ekonomi Perbankan Islam (EPI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMY.

Saat diwawancarai pada Jum’at (25/11), keduanya menyebutkan telah mengikuti lomba tersebut sejak bulan Agustus lalu dengan proses awal pengumpulan abstrak dari Karya Tulis Ilmiah. Dari keseluruhan peserta tingkat nasional kemudian diseleksi menjadi 20 besar pada bulan Oktober, dan kemudian disaring kembali menjadi 8 besar.

“Delapan besar itu yang kemudian diundang ke IPB selama 4 hari dari tanggal 9 hingga 12 November untuk mengikuti seleksi selanjutnya. 8 besar tersebut adalah dua kontingen dari UMY, IAIN Tulungagung, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), IPB, Universitas Telkom Bandung, Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Brawijaya,” jelas Roya.

Sedangkan karya tulis yang diangkat oleh kedua mahasiswa tersebut berjudul “Keuangan Syariah sebagai Solusi bagi Pembangunan Infrastruktur di Indonesia, melalui Analisis Geospasial Digital Access Economy.” Dalam tulisannya, kedua mahasiswi tersebut menjelaskan tentang manfaat sukuk sebagai sumbangsih pembiayaan pembangunan infrastruktur.

“Sukuk dapat digunakan sebagai pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah. Sedangkan, geospasial sendiri merupakan analisa teori yang dapat dipraktikkan oleh pemerintah untuk mengetahui lokasi pembangunan infrastruktur yang harus dikedepankan dan didahulukan. Tujuannya adalah untuk menghindari proyek infrastruktur yang macet,” terang Fahmia.

Karya Ilmiah yang mereka buat tersebut selanjutnya dipresentasikan dan kemudian lolos sebagai 4 tim yang berhasil masuk final. “Empat tim tersebut adalah Universitas Telkom Bandung, UB, UNDIP dan tim UMY 2, yakni tim kami. Sedangkan tim UMY 1 tidak berhasil lolos pada 4 besar ini. Dan pada babak final sendiri merupakan lomba debat diantara keempat finalis,” sambung Roya.

Pada akhir perlombaan, tim UMY berhasil menyabet juara 1 dari keempat finalis. “Pada awalnya kami sempat tidak percaya, karena pada tahapan presentasi kami sempat tidak percaya diri karena kami harus bertanding dengan Universitas Telkom yang sudah sering memenangkan perlombaan dimana-mana. Namun kami bangga dapat menjadi juara 1 dan bisa menjunjung tinggi almamater UMY,” ungkap Roya.

Kedua mahasiswa ini sebelumnya pada bulan Agustus juga menyabet gelar juara 1 pada lomba Sharia Paper Competition dalam acara Sharia Economic Activity yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro. Dengan dua prestasi sebagai juara satu tersebut keduanya memiliki harapan untuk dapat semakin meningkatkan prestasi dan mendorong mahasiswa lain untuk juga mampu bersaing pada tingkat nasional dan internasional. (deansa-BHP UMY)