Program Studi Muamalat kosentrasi Ekonomi dan Perbankan Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta  (Prodi Muamalat, EPI FAI UMY) bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Perbankan Islam (HIMEPI) telah menyelenggarakan Bridging untuk mahasiswa baru Prodi Muamalat, EPI FAI UMY 2017 pada hari Ahad, 12 November 2017 berlokasi di Unires Putri (Asrama Mahasiswa) UMY. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang bersifat wajib bagi semua Program Studi di lingkungan UMY dan pada umumnya diselenggarakan 2 periode, yaitu pada semester 1 dan semester ke 3. Adapun dari tujuan diselenggarakannya kegiatan Bridging adalah sebagai wadah untuk menginformasikan kegiatan seputar akademik maupun non-akademik. Dengan mengusung tema,”Strategi Sukses dalam Belajar”, kegiatan tersebut sukses terselenggara dengan antusias dari mahasiswa baru angkatan 2017.

Dengan me-lafadz-kan al-basmallah acara resmi dibuka oleh Dr. Maesyaroh, M.A., selaku Kaprodi. Muamalat, EPI FAI UMY. Dalam sambutannya Maesyaroh mengungkapkan bahwa,” Kegiatan ini sangat penting dan wajib diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2017. Dalam forum ini juga sebagai wadah pertama bagi mahasiswa bertemu, bahkan berkumpul dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) – nya. Dimana, fungsi dan peran DPA adalah sebagai pendambing, sebagai jalur atau penjembatan mahasiswa dengan fakultas maupun fakultas dengan mahasiswa. Akan ada banyak hal yang bisa dikonsultasikan dengan DPA, baik permasalahan akademik maupun non-akademik. Intinya, DPA berperan sebagai pendamping selama masa kuliah, dari mulai awal kuliah hingga proses pengajuan tugas akhir, dalam hal ini konsultasi judul skripsi.”

Lebih lanjut, kegiatan yang dikemas dalam bentuk fun-games ini tak luput dari materi-materi yang telah dipersiapkan dengan matang oleh TIM Dosen Muamalat EPI FAI UMY. Lebih lanjut, Maesyaroh memaparkan terkait materi apa saja yang disampaikan di dalam Bridging angkatan 2017 kali ini, yaitu “mahasiswa dibekali dengan materi be my self is my best, harapannya mahasiswa mampu mengenali karakter kepribadiannya. Kemudian materi plan your future, harapannya mahasiswa mampu memetakan impiannya, minimal mahasiswa dapat menargetkan kapan dia lulus dan kehidupannya setelah lulus. Setelah itu mahasiswa juga dibekali dengan materi good people have good communication, harapannya mahasiswa dapat semakin memperkuat sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan (respect), mampu menempatkan diri pada situasi atau konsisi yang dihadapi orang lain (empathy), mampu menyampaikan pesan dan dapat diterima oleh penerima pesan (audible), mampu menjelaskan pesan yang dibuat agar tidak menimbulkan multi interprestasi atau berbagai penafsiran yang berlainan (clarity), dan mampu membangun rasa menghargai orang lain yang biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang dimiliki (humble).”

Tausiyah atau motifasi terkait Strategi Sukses dalam Belajar yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf A. Hasan, M.Ag., pun tak kalah menarik dari materi-materi yang telah disampaikan sebelumnya. Sobar, S.E.I., M.Sc., selaku moderator pun menyimpulkan dari tausiyah atau motivasi tersebut,”bahwa setidaknya ada 4 faktor yang disampaikan Ustadz Yusuf dalam meraih kesuksesan. Yaitu: dorongan untuk menjadi lebih baik atau memenuhi standar keberhasilan (achievement drive), berkomitmen pada kepentingan kelompok dan lembaga (commitment), kesiapan memanfaatkan peluang (initiative) dan gigih memperjuangkan sasaran (optimise).”

Pada akhir acara, diadakannyalah sesi pembagian hadiah bagi kelas-kelas tervavorit hingga evaluasi untuk kegiatan Bridging tahun ini serta perkuliahan yang telah berlangsung selama hampir 1 semester yang dipandu oleh M. Zakiy, S.E.I., M.Sc dan Satria Utama, S.E.I., M.E.I. Respon positif diungkapkan oleh Intan Anggraini (EPI A/2017), “kegiatan ini sangat berguna, saya bisa melihat kekompakan anak kelas, tau juga prospek kedepan, lalu tau pelajaran-pelajaran apa saja yang harus kita ambil di setiap semester”. Lebih lanjut Willy Rachmadi (EPI B/2017) menambahkan bahwa, “sangat bermanfaat sekali kegiatan ini, sebagai ketua kelas saya merasa seperti dinasehati, diayomi dan dibimbing untuk menjadi lebih baik lagi”. Dan sebagai bahan evaluasi Icha (EPI/2017) berharap agar, “kedepannya kelompok jangan hanya dibuat perkelas, akan tetapi bisa dibagi rata dengan kelas lainnya, supaya bisa kenal satu sama lain.” (D)